16 Desember 2008

Prakiraan Curah Hujan Januari 2009

Prakiraan curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara untuk bulan JANUARI 2009 pada umumnya berkisar 100 - 400 mm. Adapun Winangan (SG), Sam Ratulangi (SM), Poigar, Motabang, & Naha (SM) curah hujannya diprakirakan lebih dari 400 mm.

Evaluasi Curah Hujan Nopember 2008

24 November 2008

Prakiraan Curah Hujan Desember 2008

Prakiraan curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara untuk bulan DESEMBER 2008 pada umumnya berkisar 0 - 400 mm.

Adapun Naha dan Tahuna curah hujannya diprakirakan lebih dari 400 mm.



Evaluasi Curah Hujan Oktober 2008

Evaluasi curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara pada bulan OKTOBER 2008 pada umumnya berkisar 0 - 400 mm.

18 September 2008

Prospek Cuaca 20-22 September 2008


Prakiraan Curah Hujan Oktober 2008


Evaluasi Curah Hujan Agustus 2008


Prakiraan Musim Hujan


27 Agustus 2008

Penyematan Lencana Eka Satya

Bertempat di Stasiun Geofisika Winangun, pada tanggal 21 Agusutus 2008, dilaksanakan penyematan lencana Eka Satya untuk pengabdian 10, 20 dan 30 tahun kepada 12 orang pegawai di lingkungan Stasiun Kllimatolog Manado.
Pemberian penghargaan ini sebagai bentuk reward kepada PNS yang telah mengabdi secara terus menerus.

26 Agustus 2008

Prakiraan Curah Hujan September 2008

Prakiraan curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara untuk bulan SEPTEMBER 2008 pada umumnya berkisar 0 - 400 mm

Evaluasi Hujan Juli 2008

Evaluasi curah hujan bulan Juli 2008 menunjukkan adanya gangguan pola cuaca di sekitar ekuator sehingga hampir seluruh wilayah di Sulawesi Utara mengalami hujan dengan kondisi Di Atas Normal atau lebih tinggi di atas rata-ratanya.

13 Agustus 2008

Prospek Cuaca di Sulawesi Utara tanggal 15-17 Juli 2008

=============================================
Pola belokan angin (Through) di atas Sulut, cuaca hujan
ringan hingga deras
=============================================

Verifikasi prospek cuaca sebelumnya



Evaluasi Cuaca beberapa hari terakhir
( 06-13 Agusuts 2008)


Cuaca selama sepekan terakhir berupa berawan dan hujan ringan hampir setiap waktu. Hal ini karena bertahannya pola belokan angin yang merupakan daerah penumpukan massa udara sehingga suply uap air cukup tinggi di atas sulut

Prospek Cuaca tanggal 15-17 Juli 2008
Dasar pertimbangan :
- Bertahan pola through, sehingga suplai massa udara cukup banyak di atas Sulut
- Forecast arah angin sampai dengan 14 Agustus 2008 masih menunjukkan pola yang sama dengan kecepatan yg rendah.
- Forecast hujan sampai dengan 15-16 Agustus 2008 menunjukan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang

Dengan demikian diprakirakan :
1. Untuk kota Manado dan wilayah utara Sulut
· Pada pagi hari akan berawan
· Pada siang hingga sore hari berpeluang hujan, intensitas ringan-sedang
· Pada malam hingga dini hari cenderung berawan

2. Wilayah selatan Sulut
· Pagi berawan hingga hujan ringan
· Siang hingga sore berpeluang hujan dengan intensitas sedang akibat proses orografi
· Malam hingga dinihari; berawan hingga hujan ringan

03 Agustus 2008

Prospek Cuaca Manado 05-08 Agustus 2008

=====================================================
Mosunal timuran telah dominan, cuaca berpeluang cerah, peluang hujan di wilayah pantai selatan Sulut
======================================================

Verifikasi prakiraan cuaca tanggal 29-31 Juli 2008

29-07-08 30-07-08 31-07-08 Akurasi rata2
Prakiraan Hujan Hujan Berawan
Evaluasi Hujan Hujan Berawan
Akurasi 100 % 100 % 100% 100%

Verifikasi prakiraan cuaca tanggal 29-31 Juli 2008

01-08-08 0208-08 03-08-08 Akurasi rata2
Prakiraan Berawan-hujan Berawan-hujan Berawan-hujan
Evaluasi berawan cerah Berawan
Akurasi 100 % 0 % 100% 66,7%



Evaluasi Cuaca beberapa hari terakhir
(01-04 Juli 2008)

Menguatnya monsunal timuran dari rata-rata 1-10 knot menjadi 10-25 knot menyebabkan perawanan di atas Sulut menjadi hilang sehingga cuaca cenderung berawan pada pagi hari dan cerah pada siang hingga malam hari

Prospek Cuaca tanggal 05-08 Agustus 2008

Dasar pertimbangan :
- Menguatnya monsunal timuran yang kering
- Forecast arah angin sampai dengan 06 Agustus 2008 menunjukkan pola monsunal yang konstan
- Forecast hujan sampai dengan 06 Agustus 2008 menunjukan potensi hujan dengan intensitas ringan.

Dengan demikian diprakirakan :
1. Untuk kota Manado dan wilayah utara Sulut
· Pada pagi hari hingga siang akan cerah
· Pada siang hingga sore dan menjelang malam cerah-berawan

2. Wilayah selatan Sulut
· Pagi cerah hingga berawan
· Siang hingga sore berpeluang hujan dengan intensitas sedang akibat proses orografi
· Malam hingga dinihari; cerah-berawan.

30 Juli 2008

Prospek Cuaca Manado 01-04 Agustus 2008

=====================================================
Typhoon Fung Wong di utara Filiphina menyebabkan adanya konvergensi dan belokan angin di atas Sulut.
======================================================

Evaluasi Cuaca beberapa hari terakhir
(29-31 Juli 2008)

Adanya typhoon Fung Wong di utara Filiphina menyebabkan adanya konvergensi dan belokan angin di atas Sulut sehingga terjadi penumpukan massa udara. Akibatnya cuaca di wilayah Sulut khususnya bagian utara berupa hujan dengan intensitas sedang hingga deras dengan pola kontinyu.

Prospek Cuaca tanggal 01-04 Juli 2008

Dasar pertimbangan :
- Punahnya typhoon Fung Wong di Utara, maka kecepatan angin yang melintas di atas Sulut bertambah.
- Adanya daerah tekanan rendah di timur laut Sulut menyebabkan adanya through (daerah belokan angin) di sebelah utara Sulut sehingga kembali penumpukan massa udara di atas Sulut. Penumpukan massa udara berkaitan dengan suplai massa uap air guna terjadinya hujan
- Forecast arah angin sampai dengan 03 Agustus 2008 masih menunjukkan pola yang sama.
- Forecast hujan sampai dengan 03 Agustus 2008 menunjukan potensi hujan dengan intensitas ringan.

Dengan demikian diprakirakan :
1. Untuk kota Manado dan wilayah utara Sulut
· Pada pagi hari hingga siang akan berawan.
· Pada siang hingga sore hari berawan hingga hujan intensitas ringan
· Pada malam hingga dini hari cenderung berawan

2. Wilayah selatan Sulut
· Pagi berawan
· Siang hingga sore berpeluang hujan dengan intensitas sedang akibat proses orografiMalam hingga dinihari; berawan.

28 Juli 2008

Diseminasi kedua Hasil-hasil Puslitbang BMG

Diseminasi kedua Hasil-hasil Puslitbang BMG berlangsung pada 28-29 Juli 2007, di Stasiun Klimatologi Manado

Materi berupa pelatihan software hybmg ver. 1.6.6 dan TAPM ver 3.7 dan juiga penyerahan buku tentang meteorologi dan klimatologi.



22 Juli 2008

Prakiraan Curah Hujan Agustus 2008

Prakiraan curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara untuk bulan AGUSTUS 2008 pada umumnya berkisar 0 - 300 mm.

21 Juli 2008

Evaluasi Curah Hujan Juni 2008

Evaluasi curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara untuk bulan JUNI 2008 pada umumnya 0 - 400 mm.

09 Juli 2008

Prospek Cuaca Manado 11-13 Juli 2008

======================================================
Monsun timuran telah aktif, Sulut memasuki musim kemarau.
Kecepatan angin 10-15 knot. Terdapat bebepapa daerah pusat tekanan rendah (LOW) di BBU.
======================================================

Evaluasi Cuaca beberapa hari terakhir
(06-09 Juli 2008)

Cuaca beberapa hari terakhir adalah hujan ringan secara kontinyu, pada dini hari. Pada pagi hari berawan. Siang hingga sore hari hujan ringan hingga sedang

Prospek Cuaca tanggal 11-13 Juli 2008

Dasar pertimbangan :
Angin secara umum bertiup dari arah timur-tenggara yang merupakan pola monsun timuran yang cukup kering tetapi untuk wilayah utara SULUT kondisi ini membentuk peluang proses orografi. Forecast angin dua hari ke depan dari arah Tenggara dengan kecepatan 10-15 knot.
Forecast presipitasi selama 2 hari ke depan adalah 10-25 mm, di bagian tenggara (Bitung dan sekitarnya) forecast hujan 1-10 mm.

Dengan demikian Prospek cuaca untuk kota Manado selama beberapa hari ke depan :

· Pada pagi hari hingga siang akan berawan.
· Pada siang hingga sore hari berpeluang hujan secara lokal dan tidak merata dari awan-awan cumuliform (Cumulus dan Cumulonimbus) karena adanya proses konveksi oleh pemanasan matahari yang intensif pada pagi hingga siang hari.
· Pada malam hingga dini hari cenderung akan berawan hingga hujan ringan. Ini disebabkan oleh konvergensi oleh antara vektor angin monsunal dengan angin laut.

25 Juni 2008

Prakiraan Curah Hujan Juli 2008

Prakiraan curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara untuk bulan JULI 2008 pada umumnya berkisar 0 - 400 mm.

Sebagaimana terlihat pada peta di bawah ini.

Evaluasi Curah Hujan Mei 2008

Evaluasi curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara untuk bulan MEI 2008 pada umumnya 0 - 300 mm, sebagaimana dapat dilihat pada peta di bawah ini.

21 Mei 2008

Prakiraan Curah Hujan Juni 2008

Curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara pada bulan JUNI 2008 di prakirakan akan berkisar antara 0 - 400 mm. Adapun Pinolosian dan Molibagu yang berada di bagian selatan kabupaten Bolaang Mongondow diprakirakan curah hujannya lebih dari 400 mm.

Evaluasi Curah Hujan April 2008

Evaluasi curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara untuk bulan APRIL 2008 pada umumnya berkisar 0 - 400 mm. Beberapa tempat seperti Sam Ratulangi (SM), Kawangkoan dan Ratahan curah hujannya lebih dari 400 mm.

Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional

BMG Sulawesi Utara turut mengadakan Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, berupa upacara yang diikuti seluruh UPT BMG di Sulawesi Utara.

12 Mei 2008

Banjir Kembali Menerjang Manado

Hujan deras 11 Mei 2008 di Tondano yang merupakan hulu sungai memicu naiknya debit sungai Tondano sehingga menyebabkan banjir di Manado pada beberapa daerah disekitar DAS yang ketinggian permukaannya cukup rendah. Meluapnya air sungai di Manado dimungkin juga oleh tidak lancarnya aliran sungai di daerah sekitar muara.

Hujan deras di Tondano di akibatkan oleh adanya tekanan rendah di utara Sulut di sekitar timur laut Filipina. Tekanan rendah tersebut berupa “Typhoon Rammasun” yang menyebabkan massa uap air dari wilayah Indonesia termasuk Sulut di paksa bergerak menuju pusat Typhoon tersebut. Akibatnya massa uap air yang bergerak dari arah timur laut dan melewati barisan perbuktian Minahasa. Saat melewati barisan perbukitan, massa uap air tersebut naik secara orografi dan membentuk potensi hujan orografis yang sangat deras.

07 Mei 2008

Kunjungan lanjutan SMU REX Mundi






Sebagaimana kunjungan sebelumnya, siswa Rex Mundi dari kelas lainnya juga mengikuti kegiatan pengenalan alat-alat observasi klimatologi dan meteorologi.

05 Mei 2008

Hujan di DAS, Manado Banjir

Hujan deras mengguyur Manado sejak pukul 17.00-19.00 Wita yang juga terjadi pada sepanjang daerah aliran sungai (DAS) di Manado, membuat naiknya debit air sungai tersebut. Pada saat yang sama air laut juga pasang, sehingga massa air sungai yang debitnya telah bertambah oleh hujan menumpuk di daerah hilirnya. Akibatnya beberapa wilayah pemukiman di DAS sungai seperti Wenang, Mahakam, Singkil dan Tikala terendam banjir karena naiknya permukaan air sungai yang melebihi ketinggian daerah sekitarnya.

Hujan deras yang memicu banjir di Manado ini terjadi karena adanya daerah tekanan rendah (LOW) di timur laut Manado sekitar perairan Maluku Utara. Akibatnya massa uap air dari utara dan selatan Sulawesi Utara bergerak menuju daerah LOW tersebut dan menyebabkan konvergensi (pertemuan) massa uap air di atas wilayah Sulawesi Utara yang mensuplai air untuk terjadinya hujan deras di Manado dan sekitarnya

29 April 2008

Kunjungan Siswa Smu Rex Mundi Manado




Sebagai bagian dari sosialisasi fungsi BMG, khususnya bidang klimatologi, Stasiun Klimatologi Manado menerima kunjungan siswa Smu Rex Mundi Manado guna pengenalan alat-alat observasi meteorologi dan klimatologi. Kunjungan ini berlangsung selama 6 hari yaitu pada 28-30 April dan 5-7 Mei 2008

20 April 2008

Prakiraan Curah Hujan Mei 2008

Prakiraan curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara untuk bulan MEI 2008 pada umumnya berkisar 0 - 300 mm.

Evaluasi Curah Hujan Maret 2008

Evaluasi curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara untuk bulan MARET 2008 pada umumnya 0 - 400 mm.
Adapun Paniki Atas (SK), Sam Ratulangi (SM) dan Naha (SM) curah hujannya lebih dari 400 mm.

DISKUSI PANEL "OCEAN WITHIN THE CONTEXT OF CLIMATE CHANGE AND EARTHQUAKE-TSUNAMI RISK REDUCTION"



Bertempat di Quality Hotel Manado, pada tangga 8 April dilaksanakan diskusi panel yang disponsori oleh BMG, ITB dan Panitia WOC (World Ocean Conference), dengan tema
"OCEAN WITHIN THE CONTEXT OF CLIMATE CHANGE AND EARTHQUAKE-TSUNAMI RISK REDUCTION"
Diskusi ini juga diikuti oleh kegiatan peluncuran/ bedah buku Meteorologi 1 & 2 dan Mikrofisika Awan karya Prof. Bayong Tjasono, Buku Fisika dan struktur Interior Bumi karya Prof. Sri Widiantoro. Buku-buku tersebut semuanya diterbitkan oleh BMG.
Agenda lainnya adalah diskusi persiapan Pemprov Sulut selaku panitia "World Ocean conference".

14 April 2008

Cuaca dan Iklim

Cuaca (weather) dan iklim (climate) dinyatakan dengan besaran unsur fisika atmosfer yang selanjutnya disebut unsur cuaca atau unsur iklim yang terdiri dari :
· penerimaan radiasi matahari (kerapatan fluks pada permukaan datar di permukaan bumi)
· lama penyinaran matahari
· suhu udara
· kelembaban udara
· tekanan udara
· kecepatan dan arah angin
· penutupan awan, presipitasi (embun, hujan, salju)
· evaporasi/evapotranspirasi.
Cuaca adalah kondisi sesaat dari keadaan atmosfer, serta perubahan dalam jangka pendek (kurang dari satu jam hingga 24 jam) di suatu tempat tertentu di bumi. Nilai cuaca dapat dinyatakan dalam bentuk kualitatif (tanpa besaran angka) dan kuantitaif.

Nilai unsur-unsur cuaca saat demi saat selama 24 jam di suatu tempat akan menunjukkan pola siklus yang disebut perubahan cuaca diurnal (pukul 00:00 hingga 24:00). Nilai tiap unsur cuaca tersebut dapat dirata-ratakan dan menghasilkan cuaca pada tanggal tersebut.

Cuaca dicatat terus menerus pada jam-jam pengamatan tertentu secara rutin, menghasilkan suatu seri data cuaca yang selanjutnya dapat diolah secara statistika menjadi data iklim. Jadi dapat disimpulkan bahwa iklim adalah nilai statistika dari cuaca jangka panjang di wilayah luas.

Data cuaca terdiri dari data discontinue karena mudah kembali bernilai nol (0) dan data continue karena tidak mudah turun mencapai nol. Data unsur cuaca yang sifatnya diskontinyu antara lain penerimaan radiasi matahari dan lama penyinarannya, presipitasi (curah hujan, embun, dan salju) dan penguapan. Penyajian dan analisisnya dalam bentuk nilai akumulasi sedangkan penyajian grafiknya dalam bentuk kurva histogram. Data cuaca yang bersifat kontinyu antara lain: suhu, kelembaban dan tekanan udara serta kecepatan angin. Analisis dan penyajiannya dalam bentuk angka rata-rata atau angka sesaat (instantaneous) sedangkan grafiknya dalam bentuk garis/kurva.

Iklim adalah sintesis atau kesimpulan atau rata-rata perubahan unsur-unsur cuaca (hari demi hari dan bulan demi bulan) dalam jangka panjang di suatu tempat atau pada suatu wilayah. Sintesis tersebut dapat diartikan pula sebagai nilai statistik yang meliputi antara lain nilai rata-rata, maksimum, minimum, frekuensi kejadian, atau peluang kejadian dari cuaca. Iklim dapat pula diartikan sebagai pola kebiasaan serta perubahan cuaca di suatu tempat atau wilayah.

Mengingat iklim adalah sifat cuaca dalam jangka waktu panjang pada tempat tertentu atau daerah yang luas, maka data cuaca yang digunakan hendaklah mewakili keadaan atmosfer seluas mungkin di tempat atau wilayah yang bersangkutan. Demikian pula datanya haruslah murni dan terhindar dari gangguan lokal.
Pada prinsipnya data iklim harus terbentuk dari data cuaca yang dapat mewakili (representative) secara benar keadaan atmosfer suatu tempat atau wilayah luas dan dalam jangka waktu sepanjang mungkin. Orgainsasi Meteorologi Sedunia (World Meteorological Organization, WMO) merekomendasikan jangka waktu minimum 30 tahun.

Memahami Gempa Bumi

Gempa bumi adalah perisitiwa pelepasan energi dari terakumulasinya gaya akibat stress (tekanan) dalam bumi dalam bentuk gelombang seismik.
Pusat gempa bumi, merupakan titik (tepatnya area karena merupakan luasan) di dalam bumi di mana gempa terjadi disebut hiposenter dan titik di permukaan bumi tepat di atas hiposenter disebut episenter (1).
Karena perambatan gelombang gempa merupakan gelombang seismik maka alat untuk merekamnya disebut seismograf dan hasil rekaman disebut seismogram. Dari rekaman tersebut maka dapat disimpulkan penyebab terjadinya, lokasi asalnya, kekuatannya, jenisnya serta sifat-sifatnya. Bahkan dari gelombang gempa tersebut dapat diketahui struktur bagian bumi.
Gelombang seismik sendiri adalah gelombang mekanis yang muncul akibat adanya gempa bumi. Adapun pengertian gelombang secara umum adalah femomena perambatan gangguan (usikan) dalam medium sekitarnya. Gangguan ini mula-mula terjadi secara lokal yang menyebabkan terjadinya osilasi (pergeseran) kedudukan partikel-partikel medium, osilasi tekanan ataupun osilasi rapat massa. Dalam hal ini akan terjadi transportasi energi karena perambatan getaran tersebut (2)

Tipe-tipe gelombang seismik (2)
Menurut cara bergetarnya :
- Gelombang longitudinal, merupakan gelombang di mana arah getar (osilasi) partikel-partikel medium searah dengan penjalarannnya. Disebut juga gelombang kompresi karena terbentuk dari osilasi tekanan yang menjalar dari satu tempat ke tempat lain.
Merupakan gelombang P (primary) karena tiba lebih awal dari dibanding gelombang-gelombang lain.
- Gelombang transversal, arah getar tegak lurus terhadap arah penjalarannya. Disebut juga gelombang rotasi.
Merupakan gelombang S (sekondary) karena tiba setelah gelombang P. Bila arah getar gelombang S terpolarisasi pada bidang vertikal maka disebut SV dan jika pada bidang horizontal di sebut SH
- Gelombang rayleigh, merupakan kombinasi dari gelombang P dan S misalnya P-SV.

Menurut tempat menjalarnya :
- Body wave atau gelombang tubuh, merambat masuk medium
- surface wave atau gelombang permukaan.
Intensitas atau kekuatan gempa bumi didasarkan pada amplitudo gelombang seismik yang terekam pada seismogram dan dinyatakan dalam skala richter (SR). Gempa bumi yang merusak biasanya mempunyai kekuatan (magnitudo) lebih dari 6 SR, walau sebenarnya ditentukan pula oleh kedalaman hiposenternya.
Berdasarkan proses terjadinya (1), gempa bumi di bagi menjadi :
- Gempa pendahuluan, amplitudo kecil dan terjadi sebelum gempa utama.
- Gempa utama, amplitudonya besar sehingga dapat dirasakan oleh manusia.
- Gempa susulan, terjadinya setelah gempa utama, lemah tetapi terjadi berulang.

Berdasarkan kedalaman hiposenter (1), gempa bumi dibagi menjadi :
- Gempa dalam, kedalam hiposenter lebih dari 300 km yang dapat mencapai permukaan tetapi amplitudonya menjadi kecil sehingga intensitasnya melemah.
- Gempa sedang, hiposenter antara 60 – 300 km. Pada umumnya jarang menimbulkan kerusakan di permukaan bumi.
- Gempa dangkal, hiposenter kurang dari 60 km. Pada umumnya menimbulkan kerusakan di permukaan bumi karena amplitudo yang mencapai permukaan besar sehingga intensitasnya masih kuat.

Geografis gempa bumi (1)
Titik episentrum jika dipetakan akan terlihat terletak dalam beberapa daerah yang sempit yang di sebut sabuk seismik. Secara umum sabuk seismik terbagi menjadi :
- Sabuk seismik Lingkar Pacifik, meliputi Lautan Pacifik melewati Irian, sulawesi Utara, Filipina, Jepang, Kepulauan Kuril, Kamchatka Timur, Kepulauan Aleutan, Alaska Selatan , Pantai barat Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, daerah Kutub Selatan, Selandia Baru, Pulau-pulau Tonga, Fiji, Salomon dan kembali ke Irian.
- Sabuk seismik mediteran atau alpide. Membujur dari Azores, melalui daerah mediteran termasuk Alpen, Kaukasus, Laut Kaspia, Iran, Himalaya, Birma, Kepulauan Andaman, Nicobar, Sumatera, Jawa dan Nussa Tenggara.

[1] Tjasono Hk, Bayong., 2003, Geosains, Penerbit ITB, Bandung
[2] Munadi, Suprajitno., 2000, Aspek Fisis Seismologi Eksplorasi, UI, Depok.

13 April 2008

Prakiraan Awal Musim Kemarau 2008


Prakiraan Curah Hujan April 2008


Prakiraan Sifat Hujan 2008


Evaluasi Curah Hujan


Template by : kendhin x-template.blogspot.com