Category
- Agenda (6)
- Definisi (2)
- Evaluasi Bulanan (12)
- Prakiraan Bulanan (13)
- Prakiraan Musim (3)
- Prospek Cuaca (9)
29 April 2008
Kunjungan Siswa Smu Rex Mundi Manado
Diposting oleh
Iklim Sulut
di
21.16
0
komentar
Label: Agenda
20 April 2008
Prakiraan Curah Hujan Mei 2008
Prakiraan curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara untuk bulan MEI 2008 pada umumnya berkisar 0 - 300 mm.
Diposting oleh
Iklim Sulut
di
20.34
0
komentar
Label: Prakiraan Bulanan
Evaluasi Curah Hujan Maret 2008
Evaluasi curah hujan di Propinsi Sulawesi Utara untuk bulan MARET 2008 pada umumnya 0 - 400 mm.
Adapun Paniki Atas (SK), Sam Ratulangi (SM) dan Naha (SM) curah hujannya lebih dari 400 mm.
Diposting oleh
Iklim Sulut
di
20.31
0
komentar
Label: Evaluasi Bulanan
DISKUSI PANEL "OCEAN WITHIN THE CONTEXT OF CLIMATE CHANGE AND EARTHQUAKE-TSUNAMI RISK REDUCTION"

Bertempat di Quality Hotel Manado, pada tangga 8 April dilaksanakan diskusi panel yang disponsori oleh BMG, ITB dan Panitia WOC (World Ocean Conference), dengan tema
Diposting oleh
Iklim Sulut
di
20.21
0
komentar
Label: Agenda
14 April 2008
Cuaca dan Iklim
Cuaca (weather) dan iklim (climate) dinyatakan dengan besaran unsur fisika atmosfer yang selanjutnya disebut unsur cuaca atau unsur iklim yang terdiri dari :
· penerimaan radiasi matahari (kerapatan fluks pada permukaan datar di permukaan bumi)
· lama penyinaran matahari
· suhu udara
· kelembaban udara
· tekanan udara
· kecepatan dan arah angin
· penutupan awan, presipitasi (embun, hujan, salju)
· evaporasi/evapotranspirasi.
Cuaca adalah kondisi sesaat dari keadaan atmosfer, serta perubahan dalam jangka pendek (kurang dari satu jam hingga 24 jam) di suatu tempat tertentu di bumi. Nilai cuaca dapat dinyatakan dalam bentuk kualitatif (tanpa besaran angka) dan kuantitaif.
Nilai unsur-unsur cuaca saat demi saat selama 24 jam di suatu tempat akan menunjukkan pola siklus yang disebut perubahan cuaca diurnal (pukul 00:00 hingga 24:00). Nilai tiap unsur cuaca tersebut dapat dirata-ratakan dan menghasilkan cuaca pada tanggal tersebut.
Cuaca dicatat terus menerus pada jam-jam pengamatan tertentu secara rutin, menghasilkan suatu seri data cuaca yang selanjutnya dapat diolah secara statistika menjadi data iklim. Jadi dapat disimpulkan bahwa iklim adalah nilai statistika dari cuaca jangka panjang di wilayah luas.
Data cuaca terdiri dari data discontinue karena mudah kembali bernilai nol (0) dan data continue karena tidak mudah turun mencapai nol. Data unsur cuaca yang sifatnya diskontinyu antara lain penerimaan radiasi matahari dan lama penyinarannya, presipitasi (curah hujan, embun, dan salju) dan penguapan. Penyajian dan analisisnya dalam bentuk nilai akumulasi sedangkan penyajian grafiknya dalam bentuk kurva histogram. Data cuaca yang bersifat kontinyu antara lain: suhu, kelembaban dan tekanan udara serta kecepatan angin. Analisis dan penyajiannya dalam bentuk angka rata-rata atau angka sesaat (instantaneous) sedangkan grafiknya dalam bentuk garis/kurva.
Iklim adalah sintesis atau kesimpulan atau rata-rata perubahan unsur-unsur cuaca (hari demi hari dan bulan demi bulan) dalam jangka panjang di suatu tempat atau pada suatu wilayah. Sintesis tersebut dapat diartikan pula sebagai nilai statistik yang meliputi antara lain nilai rata-rata, maksimum, minimum, frekuensi kejadian, atau peluang kejadian dari cuaca. Iklim dapat pula diartikan sebagai pola kebiasaan serta perubahan cuaca di suatu tempat atau wilayah.
Mengingat iklim adalah sifat cuaca dalam jangka waktu panjang pada tempat tertentu atau daerah yang luas, maka data cuaca yang digunakan hendaklah mewakili keadaan atmosfer seluas mungkin di tempat atau wilayah yang bersangkutan. Demikian pula datanya haruslah murni dan terhindar dari gangguan lokal.
Pada prinsipnya data iklim harus terbentuk dari data cuaca yang dapat mewakili (representative) secara benar keadaan atmosfer suatu tempat atau wilayah luas dan dalam jangka waktu sepanjang mungkin. Orgainsasi Meteorologi Sedunia (World Meteorological Organization, WMO) merekomendasikan jangka waktu minimum 30 tahun.
Diposting oleh
Iklim Sulut
di
22.30
0
komentar
Label: Definisi
Memahami Gempa Bumi
Gempa bumi adalah perisitiwa pelepasan energi dari terakumulasinya gaya akibat stress (tekanan) dalam bumi dalam bentuk gelombang seismik.
Pusat gempa bumi, merupakan titik (tepatnya area karena merupakan luasan) di dalam bumi di mana gempa terjadi disebut hiposenter dan titik di permukaan bumi tepat di atas hiposenter disebut episenter (1).
Karena perambatan gelombang gempa merupakan gelombang seismik maka alat untuk merekamnya disebut seismograf dan hasil rekaman disebut seismogram. Dari rekaman tersebut maka dapat disimpulkan penyebab terjadinya, lokasi asalnya, kekuatannya, jenisnya serta sifat-sifatnya. Bahkan dari gelombang gempa tersebut dapat diketahui struktur bagian bumi.
Gelombang seismik sendiri adalah gelombang mekanis yang muncul akibat adanya gempa bumi. Adapun pengertian gelombang secara umum adalah femomena perambatan gangguan (usikan) dalam medium sekitarnya. Gangguan ini mula-mula terjadi secara lokal yang menyebabkan terjadinya osilasi (pergeseran) kedudukan partikel-partikel medium, osilasi tekanan ataupun osilasi rapat massa. Dalam hal ini akan terjadi transportasi energi karena perambatan getaran tersebut (2)
Tipe-tipe gelombang seismik (2)
Menurut cara bergetarnya :
- Gelombang longitudinal, merupakan gelombang di mana arah getar (osilasi) partikel-partikel medium searah dengan penjalarannnya. Disebut juga gelombang kompresi karena terbentuk dari osilasi tekanan yang menjalar dari satu tempat ke tempat lain.
Merupakan gelombang P (primary) karena tiba lebih awal dari dibanding gelombang-gelombang lain.
- Gelombang transversal, arah getar tegak lurus terhadap arah penjalarannya. Disebut juga gelombang rotasi.
Merupakan gelombang S (sekondary) karena tiba setelah gelombang P. Bila arah getar gelombang S terpolarisasi pada bidang vertikal maka disebut SV dan jika pada bidang horizontal di sebut SH
- Gelombang rayleigh, merupakan kombinasi dari gelombang P dan S misalnya P-SV.
Menurut tempat menjalarnya :
- Body wave atau gelombang tubuh, merambat masuk medium
- surface wave atau gelombang permukaan.
Intensitas atau kekuatan gempa bumi didasarkan pada amplitudo gelombang seismik yang terekam pada seismogram dan dinyatakan dalam skala richter (SR). Gempa bumi yang merusak biasanya mempunyai kekuatan (magnitudo) lebih dari 6 SR, walau sebenarnya ditentukan pula oleh kedalaman hiposenternya.
Berdasarkan proses terjadinya (1), gempa bumi di bagi menjadi :
- Gempa pendahuluan, amplitudo kecil dan terjadi sebelum gempa utama.
- Gempa utama, amplitudonya besar sehingga dapat dirasakan oleh manusia.
- Gempa susulan, terjadinya setelah gempa utama, lemah tetapi terjadi berulang.
Berdasarkan kedalaman hiposenter (1), gempa bumi dibagi menjadi :
- Gempa dalam, kedalam hiposenter lebih dari 300 km yang dapat mencapai permukaan tetapi amplitudonya menjadi kecil sehingga intensitasnya melemah.
- Gempa sedang, hiposenter antara 60 – 300 km. Pada umumnya jarang menimbulkan kerusakan di permukaan bumi.
- Gempa dangkal, hiposenter kurang dari 60 km. Pada umumnya menimbulkan kerusakan di permukaan bumi karena amplitudo yang mencapai permukaan besar sehingga intensitasnya masih kuat.
Geografis gempa bumi (1)
Titik episentrum jika dipetakan akan terlihat terletak dalam beberapa daerah yang sempit yang di sebut sabuk seismik. Secara umum sabuk seismik terbagi menjadi :
- Sabuk seismik Lingkar Pacifik, meliputi Lautan Pacifik melewati Irian, sulawesi Utara, Filipina, Jepang, Kepulauan Kuril, Kamchatka Timur, Kepulauan Aleutan, Alaska Selatan , Pantai barat Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, daerah Kutub Selatan, Selandia Baru, Pulau-pulau Tonga, Fiji, Salomon dan kembali ke Irian.
- Sabuk seismik mediteran atau alpide. Membujur dari Azores, melalui daerah mediteran termasuk Alpen, Kaukasus, Laut Kaspia, Iran, Himalaya, Birma, Kepulauan Andaman, Nicobar, Sumatera, Jawa dan Nussa Tenggara.
[1] Tjasono Hk, Bayong., 2003, Geosains, Penerbit ITB, Bandung
[2] Munadi, Suprajitno., 2000, Aspek Fisis Seismologi Eksplorasi, UI, Depok.
Diposting oleh
Iklim Sulut
di
22.25
0
komentar
Label: Definisi
13 April 2008
Prakiraan Awal Musim Kemarau 2008
Diposting oleh
Iklim Sulut
di
21.35
0
komentar
Label: Prakiraan Musim
Prakiraan Curah Hujan April 2008
Diposting oleh
Iklim Sulut
di
21.31
0
komentar
Label: Prakiraan Bulanan
Blog Archive
-
▼
2008
(36)
-
▼
April
(10)
- Kunjungan Siswa Smu Rex Mundi Manado
- Prakiraan Curah Hujan Mei 2008
- Evaluasi Curah Hujan Maret 2008
- DISKUSI PANEL "OCEAN WITHIN THE CONTEXT OF CLIMATE...
- Cuaca dan Iklim
- Memahami Gempa Bumi
- Prakiraan Awal Musim Kemarau 2008
- Prakiraan Curah Hujan April 2008
- Prakiraan Sifat Hujan 2008
- Evaluasi Curah Hujan
-
▼
April
(10)







